Selamat datang di Official blog www.datangya.com . Jadikan acara pernikahan anda menjadi lebih istimewa dengan undangan online dalan bentuk website. Dapatkan hanya di www.datangya.com

Bulan april 2013 datangya.com mengubah tampilan template untuk versi mobile. tampilan mobile kali ini dilengkapi dengan foto prawed pasangan. kesannya lebih menarik. namun juga tetap mempertimbangkan kecepatan loadnya di perangkat mobile. sehingga user tidak menunggu lama untuk mengkakses undangan versi mobile.
berikut perbedaan antara theme mobile yang lama dengan yang baru continue reading
tampilan mobile undangan nikah online lama

tampilan mobile undangan nikah online baru blackberry

tampilan mobile undangan nikah online baru iphone








Minggu lalu kita sudah bahas piramida perbandingan “umur: pilihan jodoh : kemapanan”, yang menggambarkan perbandingan umur seseorang dengan kemapanan dan pengaruhnya pada pasangan hidup (jodoh). Nah kali ini kita akan melanjutkannya kembali dengan membahas tentang biro jodoh.
Biro Jodoh, Pentingkah?

Masih ingat dong dengan ungkapan “Ini bukan lagi zamannya siti nurbaya”?, yah sebuah ungkapan yang menekankan pada arti tidak perlu dijodohkan untuk memilih pasangan hidupnya. Tapi sepertinya ungkapan ini mulai tak berlaku lagi. Sebab tak sedikit orang-orang yang memerlukan “jasa perjodohan” untuk menemukan tambatan hatinya. Walaupun kini perjodohan itu sedikit dipoles berbeda sesuai zamannya. Kalau dahulu perjodohan dilakukan oleh kedua orang tua masing-masing pasangan namun kini dilakukan oleh jasa perjodohan (biro jodoh) yang semakin menjamur. Apalagi kini jasa perjodohan bisa dilakukan dengan memanfaatkan internet (biro jodoh online). Tapi seberapa perlukah biro jodoh ini untuk menemukan pasangan hidup, sehingga orang-orang memilih menggunakan jasa biro jodoh untuk menemukan pasangan hidupnya? Yuk kita bahas satu persatu kenapa seseorang itu menggunakan jasa biro jodoh.continue reading



dalam hal percintaan dan pernikahan. Kita selalu dengarkan sob bahwa “Cinta membutuhkan pengorbanan”, yups ini biasanya dilakukan oleh para “Pejuang Cinta” yang ingin mendapatkan “Sang Dara” belahan jiwa. Apapun akan dilakukan demi si dia. Walaupun uang pas-pasan, makanpun ditahan-tahan demi bisa nonton bersama orang yang disayang. Inilah yang mereka sebut “Pengorbanan".
Cinta, Pengorbanan dan Keikhlasan

Namun harus inget sob kalau “Pengorbanan” itu membutuhkan kesabaran dan keikhlasan. Di dalampernikahan tak jarang juga orang sudah melupakan makna pengorbanan, kesabaran dan keikhlasan tersebut. masing-masing pasangan terkadang lupa untuk saling berbagi, sabar, dan berkorban seperti waktu pacaran dulu. Alhasil pernikahan tak lagi terasa mesra. Liat sendiri kan sob, banyaknya perceraian yang bertebaran (cie lebay). Hmm banyak faktor sih yang menyebabkan perceraian tersebut. Tapi salah satunya ya karena masing-masing pasangan tak mau berkorban alias “Ego.. banget”, akhirnya pilih jalan masing-masing deh.continue reading

“Kapan Kawin ..?!!” masih ingetkan sama slogan yang satu ini.., yupss soalnya dulu hampir tiap malem ada iklannya yang “May be yess may be no” itu. Kalau denger kata-kata “kapan kawin”  atau “kapan nyusul” mungkin buat sebagian orang kesel, sebel, atau bahkan merinding (nah loh..). Ada yang kesel sambil bilang “eh mana gue tau tanya aja Tuhan yang Maha Tau” atau ada yang sebel sambil bilang “Hmm emang nikah penting yah.., tuh banyak yang cerai kok”. Nah yang buat merinding waktu acara pernikahan ada orang yang lebih tua nanya “eh kapan nyusul” sambil menggerutu dalam hati “awas ya kalo ada yang meninggal gue bakalan nanya juga ‘kapan nyusul’ ” (wah wah..).  


Kapan Kawin??

Tapi yuk kita bahas “kapan kawin” secara positif. Kira-kira kenapa ya seseorang itu belum (mau) menikah? beberapa hal yang mungkin menjadi faktor adalah :

1. Belum Waktunya Nikah
Karena soal waktu, mungkin di beberapa daerah dan budaya tertentu ada perbedaan batas-batas kelayakan orang untuk menikah. Kalau menurut undang-undang pernikahan Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, di Indonesia minimal 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun bagi laki-laki. Tetapi itu minimal loh,  Umumnya di Indonesia pernikahan terjadi saat usia lelaki umur 25 dan perempuan umur 20 (ini umumnya loh). Kesimpulannya ya tidak ada masalah dong jika belum waktunya nikah, dengan pertanyaan “Kapan Kawin” tadi.Continue reading


Datangya.com Money Back Warranty

Hei hei… apa kabar para pengunjung datangya.com. Pernah kepikiran gak udah buat undangan pernikahan, eh.. pernikahannya diundur atau malah batal. Aduh.. sedih banget pastinya ya. Bukan Ngedoain loh.. tapi bisa-bisa aja kan terjadi. Coba deh kalo seandainya kamu udah buat kartu undangan yang di cetak.. waduh.. gak kebayang kan sayangnya undangan kamu itu. Tapi kalau kamu pake undangan onlinenya datangya.com gak bakalan gitu. soalnya kalau hari pernikahan kamu di undur nah bisa diganti kan hari pernikahan dan hari resepsinya. Terus kalau udah di publish gimana dongg..?, gampang tinggal call kita aja. Terus kalau undangan yang sudah terkirim ke facebook atau ke email gimana? ya udah dikirim ulang aja dengan tanggal yang baru.. gampang kan. Nah terus gimana dong kalau pernikahannya bukan di undur atau ditunda tapi…. Batallll ;(( ..??hmmm tenang kini datangya.com ada “money back warranty” alias garansi uang kembali bagi kamu yang pernikahannya batal.
Tapiada syaratnya loh, harus hubungi kami sebelum hari H ya, kalau lewat yah.. gak jamin lagi deh. selain itu yang kita kembalikan hanya harga undangan dengan sub domain datangya.com saja, tidak termasuk biaya domain sendiri ya, emm maksudnya gimana tu?,

Di masa pacaran, boleh jadi cinta memang sejuta rasanya. Namun ketika memasuki perkawinan, modal cinta saja tak cukup untuk mempertahankan kelangsungan sebuah keluarga.
8 Pilar Perkawinan


Dalam mencari pasangan hidup, budaya Jawa mengenal sejumlah kriteria yang dikenal dengan istilah bobot, bibit, bebet. Namun pada kenyataannya, banyak orang beranggapan salah satunya saja sudah cukup memenuhi kriteria pasangan hidup. “Cari pasangan ya lihat pribadinya, dong! Punya mobil pribadi, rumah pribadi, dan kalau perlu vila pribadi!” ujar seorang perempuan tanpa maksud bergurau. “Kalau menurut saya sih, yang penting harus punya tanggung jawab,” sela seorang teman bicaranya. “Yang paling penting, ya, cinta, dong!” yang lain menyergah tak kalah semangat.
Sebetulnya apa saja, sih, pilar penyangga yang kokoh bagi kelanggengan sebuah perkawinan? Benarkah cinta bisa diandalkan? Sepenuhnya ditentukan oleh kelimpahan materi? Bagaimana soal komitmen dan tanggung jawab? Seberapa penting aspek kepribadian kedua belah pihak? Bagaimana dengan hal-hal lain, bisakah diabaikan?
“Proses menimbang-nimbang memang seharusnya sudah dimulai sebelum suami-istri memasuki gerbang pernikahan,” kata Titi P. Natalia, M.Psi. Meski ia tak menyangkal banyak pasangan yang tidak “sempat” melewati proses seleksi. Meminjam istilah anak zaman sekarang, ada tahapan yang mesti dilalui, yakni koleksi, seleksi, baru resepsi.
Akan tetapi, Titi mengingatkan agar kita tidak perlu lagi menoleh ke belakang hanya untuk mempertanyakan apakah tahapan-tahapan tersebut sudah dilalui atau belum. “Sebaiknya lihat saja ke depan. Komitmen dan kesungguhan suami istrilah yang paling dibutuhkan begitu janur kuning sudah dipasang melengkung,” tandasnya.
Butuh proses untuk menumbuhkan rasa saling percaya antarpasangan. Caranya?
Cinta memang salah satu misteri kehidupan. Bagi sebagian orang cinta dapat datang tiba-tiba atau justru memudar oleh waktu. Namun yang pasti cinta tidak dapat bertahan dengan sendirinya.

Anda dan pasangan harus berusaha mempertahankan perasaan cinta. Lori Lowe, seorang peneliti pernikahan dan penulis dari Indianapolis menghabiskan waktunya untuk meneliti pasangan menikah. Dalam bukunya “Marriage Gems: Unexpected Triumphs”, Lori mewawancarai beberapa pasangan yang telah berhasil mengatasi masa-masa sulit mereka dalam berumah tangga.

Masa sulit dalam pernikahan justru mempekuat pernikahan



Dari hasil wawancara diketahui bahwa masa sulit dalam pernikahan justru memperkuat pernikahan mereka. Penasaran dengan apa saja yang mereka lakukan untuk mempertahankan rumah tangga? Berikut tiga hal yang bisa Anda tiru, seperti dilansir dari Shine.
  • Terima kekurangan pasangan
    Satu orang tidak dapat memenuhi semua kebutuhan kita walaupun orang itu adalah partner hidup kita. Manusia tidak pernah puas. Karena itulah, kerap kali orang menemukan kekurangan pada pasangannya.
    Namun, adanya anggota keluarga yang lain, sahabat dan keyakinan membuat pasangan dapat bertahan dalam rumah tangga. Mereka membantu pasangan menjaga pikiran dari ekspektasi yang berlebihan terhadap pasangan.
  • Pikirkan kelebihan
    Daripada menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan kelemahan, habiskan waktu memikirkan kelebihan dan berbahagialah. Cobalah untuk selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan. Memikirkan kelemahan boleh-boleh saja untuk selalu memperbaikinya.
continue reading
Copyright © 2012 Undangan Pernikahan Online .